Langsung ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026
Terbaru
Transportasi

Pengerjaan BRT Picu Kemacetan di Sejumlah Ruas Jalan Bandung, Wali Kota Janji Percepat

Pengerjaan BRT Picu Kemacetan di Sejumlah Ruas Jalan Bandung, Wali Kota Janji Percepat

Pengerjaan proyek Bus Rapid Transit (BRT) Bandung Raya di sejumlah ruas jalan protokol Kota Bandung memicu keluhan warga karena menambah kemacetan lalu lintas. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengakui laporan kemacetan akibat pengerjaan tersebut mulai terdeteksi sejak 14 Agustus 2026, dan berjanji mempercepat penyelesaian pekerjaan agar lebih rapi serta tidak menimbulkan risiko kecelakaan.

Kemacetan dilaporkan terjadi di titik-titik yang berdekatan dengan koridor pembangunan BRT, di antaranya kawasan Alun-alun Bandung, Jalan Sudirman, Rajawali, sekitar Stasiun Bandung, Otista, Tegalega, Banceuy, Jalan Ahmad Yani, Kiaracondong, Jalan Jakarta, Simpang Lima, dan Asia Afrika. Penyebab utamanya adalah aktivitas pengerjaan trotoar dan median jalan di sepanjang koridor yang dilakukan seiring tahap konstruksi awal proyek.

“Masih Dipersepsikan Negatif”

Farhan mengakui proyek strategis nasional ini masih mendapat citra buruk di mata sebagian warga akibat gangguan yang ditimbulkan selama masa pembangunan. “BRT ini masih terpersepsikan sangat negatif di mata warga Bandung,” kata Farhan. Ia menambahkan, “Saya akan pastikan pengerjaannya cepat, rapi, dan tidak menimbulkan kecelakaan,” sembari menegaskan bahwa manfaat jangka panjang proyek bagi warga menjadi prioritas yang harus dibuktikan di lapangan.

Bukan Keluhan Pertama Soal Kualitas Pengerjaan

Persoalan kualitas pengerjaan BRT bukan kali ini saja disorot Farhan. Pada Maret 2026, ia sempat membekukan seluruh izin pembangunan fasilitas BRT setelah menemukan pengerjaan infrastruktur yang dinilai buruk di lima titik, yakni Jalan Ir. H. Juanda (Dago), Jalan Merdeka, Jalan R.E. Martadinata (Riau) dekat Taman Pramuka, serta dua titik di kawasan Dago dekat Dago 101 dan Laboratorium Kesehatan Daerah. “BRT itu pekerjaannya jelek sekali,” ujar Farhan saat itu, sembari menyatakan izin baru akan diterbitkan kembali setelah kontraktor merapikan seluruh titik bermasalah.

Farhan menyebut proyek yang berstatus Proyek Strategis Nasional (PSN) itu seharusnya dikerjakan dengan standar tinggi, mengingat dampaknya langsung terhadap keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Target Penyelesaian

Pembangunan BRT Bandung Raya secara keseluruhan ditargetkan rampung dan beroperasi pada 2027. Dinas Perhubungan Kota Bandung menjadi salah satu pihak yang terlibat langsung dalam pengerjaan trotoar dan median di koridor yang saat ini menjadi sumber keluhan warga. Hingga berita ini diturunkan, belum ada rincian resmi mengenai berapa lama gangguan lalu lintas di titik-titik tersebut diperkirakan berlangsung.

[PERLU VERIFIKASI: data volume kendaraan atau durasi rata-rata keterlambatan akibat kemacetan di titik-titik pengerjaan BRT belum dipublikasikan secara resmi]