Langsung ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026
Terbaru
Lingkungan

Kualitas Udara Bandung Fluktuatif, Sempat Sentuh Level Tidak Sehat pada April 2026

Kualitas Udara Bandung Fluktuatif, Sempat Sentuh Level Tidak Sehat pada April 2026

Kualitas udara Kota Bandung masih menunjukkan fluktuasi tajam sepanjang 2026, meski data tahunan mencatat sedikit perbaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada pagi hari 15 April 2026, indeks kualitas udara (AQI) Kota Bandung sempat menembus angka 159, masuk kategori “tidak sehat,” dan tercatat sebagai yang terburuk di Indonesia pada waktu tersebut.

Kondisi itu menegaskan bahwa meski rata-rata tahunan membaik, warga Kota Bandung tetap menghadapi episode-episode polusi udara yang cukup parah, terutama pada pagi hari saat kelembapan tinggi dan pergerakan angin minim membuat partikel polutan terperangkap di lapisan udara dekat permukaan tanah.

Sumber Utama: Emisi Kendaraan Bermotor

Berbagai kajian kualitas udara di Kota Bandung secara konsisten menunjuk emisi kendaraan bermotor sebagai penyumbang utama pencemaran udara di kota ini. Asap dari pembakaran bahan bakar kendaraan bensin dan solar disebut menjadi kontributor dominan terhadap konsentrasi PM2.5, partikel halus yang paling berbahaya bagi kesehatan pernapasan.

Pertumbuhan volume kendaraan bermotor pribadi di Kota Bandung terus meningkat dari tahun ke tahun, sejalan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat tren kenaikan jumlah kendaraan terdaftar. Sementara itu, ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Bandung dinilai masih terbatas untuk mengimbangi beban emisi yang terus bertambah tersebut.

Ambang Batas WHO Kerap Terlampaui

Pemantauan kualitas udara oleh platform pemantau independen kerap mencatat konsentrasi PM2.5 di Kota Bandung melampaui standar tahunan yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Paparan PM2.5 dalam jangka panjang dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan pernapasan, termasuk potensi memicu stroke, penyakit paru obstruktif kronik (PPOK), hingga kanker paru-paru pada paparan yang berkepanjangan.

Minim Kebijakan Pengendalian Kendaraan Pribadi

Sejumlah kajian mencatat bahwa langkah pemerintah kota selama ini masih berfokus pada uji emisi berkala dan penanaman pohon, namun belum diimbangi kebijakan konkret untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi di jalan raya. Padahal, dengan jumlah penduduk sekitar 2,5 juta jiwa dan tingkat kepemilikan kendaraan pribadi yang tinggi, sementara alternatif transportasi publik masih terbatas, tekanan terhadap kualitas udara di Kota Bandung diperkirakan akan terus berlanjut selama pola mobilitas warga belum banyak berubah.

Warga, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, disarankan untuk memantau indeks kualitas udara harian dan membatasi aktivitas luar ruangan saat AQI berada pada kategori tidak sehat.