Angka kemiskinan Kota Bandung terus menurun dalam tiga tahun terakhir. Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, persentase penduduk miskin turun dari 4,25 persen pada Maret 2022 menjadi 3,96 persen pada Maret 2023, lalu turun lagi menjadi 3,87 persen pada Maret 2024 atau setara sekitar 101.100 jiwa dari total penduduk kota.
Tren ini menempatkan Kota Bandung sebagai salah satu daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Jawa Barat, jauh di bawah rata-rata provinsi yang berada di kisaran 7,2 persen maupun rata-rata nasional sebesar 9,03 persen pada periode yang sama. BPS mencatat garis kemiskinan Kota Bandung berada di angka Rp614.707 per kapita per bulan, yakni ambang pengeluaran yang digunakan untuk mengategorikan penduduk sebagai miskin secara statistik.
Meski tren angka menunjukkan perbaikan, penurunan persentase kemiskinan setiap tahun relatif tipis, hanya berkisar 0,1-0,3 poin persentase. Sejumlah pemerhati kebijakan publik mengingatkan bahwa angka kemiskinan resmi berbasis garis pengeluaran ini tidak serta-merta mencerminkan kesejahteraan riil warga, karena banyak pekerja sektor informal yang secara statistik berada tepat di atas garis kemiskinan namun tetap rentan terhadap guncangan ekonomi, seperti kenaikan harga kebutuhan pokok.
Data ini penting bagi warga Bandung karena menjadi salah satu indikator utama yang dipakai pemerintah kota dalam merancang program perlindungan sosial, subsidi, dan bantuan langsung, termasuk penentuan sasaran penerima bantuan sosial di tingkat kelurahan.
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung, rilis resmi persentase penduduk miskin Maret 2022, Maret 2023, dan Maret 2024; diberitakan ulang oleh Pojoksatu.id dan Jabar Ekspres.