Langsung ke konten
Selasa, 25 Agustus 2026
Terbaru

Seni Tani: Anak Muda Bandung Menyulap Lahan Tidur di Bawah SUTT Jadi Kebun Pangan

Seni Tani: Anak Muda Bandung Menyulap Lahan Tidur di Bawah SUTT Jadi Kebun Pangan
Iklan

Di bawah jaringan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kawasan Arcamanik, terhampar lahan yang selama bertahun-tahun dibiarkan tidur — tak bisa didirikan bangunan, dan oleh banyak orang dianggap tak berguna. Pada November 2020, di tengah tekanan pandemi, dua anak muda Bandung, Vania Febriyantie dan Galih, melihat lahan itu secara berbeda. Mereka mendirikan Seni Tani, sebuah usaha sosial urban farming di Kelurahan Sukamiskin, Kecamatan Arcamanik, yang mengubah sekitar 1.500 meter persegi lahan tidur menjadi kebun pangan produktif.

Bertani Sebagai Jawaban atas Krisis Pangan Kota

Gagasan Seni Tani lahir dari kegelisahan yang konkret: menurut data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Bandung tahun 2021, sekitar 96 persen kebutuhan pangan Kota Bandung masih dipasok dari luar kota. Ketergantungan sebesar itu membuat kota rentan setiap kali rantai pasok terganggu. Vania dan Galih memilih merespons persoalan itu bukan dengan wacana, melainkan dengan cangkul — menggarap lahan kosong di bawah SUTT dengan metode pertanian organik berkelanjutan.

Sejak berdiri, Seni Tani tercatat telah menghasilkan lebih dari 300 ton sayuran dari lahan yang sebelumnya terbengkalai, sekaligus mengolah lebih dari 2.200 kilogram sampah organik menjadi kompos dan memanfaatkan 560 kilogram ampas kopi dari kafe-kafe sekitar sebagai pupuk alami — praktik yang sekaligus mengurangi beban sampah kota.

Tani Sauyunan: Jaminan Penghasilan untuk Petani Muda

Yang membuat Seni Tani berbeda dari kebun komunitas pada umumnya adalah model ekonominya, Tani Sauyunan — sistem Community Supported Agriculture (CSA) di mana konsumen membayar di muka sebelum benih ditanam, sehingga petani mendapat kepastian penghasilan sebelum panen tiba. Skema ini telah berjalan hingga periode keenam dengan rata-rata puluhan anggota tiap bulannya, sementara ruang komunal garden di lahan yang sama diikuti puluhan warga yang berkebun bersama secara rutin.

Banyak dari petani muda yang terlibat adalah lulusan SMA yang belum sempat berkuliah, dan melalui Seni Tani mereka mendapat penghasilan sekaligus keterampilan bertani perkotaan. Atas inisiatif ini, Vania Febriyantie menerima Apresiasi Kategori Khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi Covid-19 dalam ajang SATU Indonesia Awards 2021 dari Astra — pengakuan atas kerja warga yang mengubah lahan mati menjadi sumber pangan dan harapan bagi generasi muda kota.